Ilustrasi

Google|Google

Ilustrasi

-

Harga Komoditi Cengkeh dan Pala Naik di Ambon

23 April 2013 | 14:11:31 WIB   Dibaca:19305  
  •  

Penulis: Bela Gita

margind.com- Maluku. Harga sejumlah komoditi perkebunan di Maluku saat ini mencapai puncaknya.  Para petani pun berbodong-bondong menjual hasil produksi. Seperti dikutip dari Berita Daerah,  Selasa (23/04), pusat penjualan komoditi perkebunan baik yang terdapat di Jln. Setia Budi maupun di Jln. Sam Ratulangi, Kota Ambon, terlihat ramai petani yang menjual hasil panen. Harga komoditi perkebunan yang mencapai harga tertinggi di Kota Ambon, antara lain komoditi cengkeh, biji pala dan fuli.

Diana, seorang istri petani asal Desa Hatu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang ditemui usai menjual 40 kg cengkeh hasil panen tahun 2012 kepada pengumpul di JLn. Setia Budi, mengaku harga cengkeh saat ini cukup baik.

"Masih ada cengkeh milik keluarga hasil panen tahun 2012 yang kami simpan di rumah. Kami memang menunggu harga yang baik baru dijual," ujarnya.

Ia mengaku menjual cengkehnya seharga Rp 112.000 per kg, lebih tinggi Rp 5.000 per kg dibanding bulan lalu.

"Besok kami akan jual lagi, takut harganya turun lagi hingga di bawah Rp100.000  per kg," kata Diana.

Sementara itu Ongen, petani asal Pulau Seram mengaku baru menjual biji pala bundar sebanyak 75 kg dengan harga Rp 94.000 per kg.

Dia menjelaskan, harga biji pala ini juga sudah bergerak naik jika dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya Rp 85.000 per kg.

Di pihak lain, Fera, pedagang pengumpul hasil perkebunan mengakui harga berbagai hasil perkebunan Maluku berupa cengkeh, biji pala dan fuli sudah bertahan sejak pertengahan bulan lalu dan hingga kini belum terjadi perubahan naik maupun turun.

"Kami beli hasil panen petani di daerah ini selalu berpatokan pada harga yang diterapkan di Surabaya, sebab hasil pembelian di Ambon dijual lagi ke Surabaya sebagai pasar utama sekaligus pelabuhan ekspor hasil perkebunan Maluku selama ini," ujar Fera. redaksi@margind.com

 

Share: